Penyembuhan Nyeri

Endoskopi Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD)

Teknik PECD atau endoskopi leher ini merupakan teknik minimal invasif yang hanya memerlukan sayatan kecil sekitar 7 mm, menggunakan alat endoskopi berupa tabung yang dihubungkan dengan kamera dan monitor, sehingga saraf dapat terlihat sangat jelas.

Kelebihan Metode Endoskopi PECD

  • Metode tindakan dengan menggunakan endoskopi untuk mengobati nyeri pada bagian leher, yang umumnya dilakukan pada area belakang leher.
  • Mempersingkat waktu perawatan setelah operasi dibandingkan dengan operasi konvensional.
  • Masa pemuliahan yang cepat.
  • Kerusakan jaringan yang sangat minimal.
  • Mengurangi perdarahan pada saat operasi.
  • Lebih aman karena dokter dapat melihat secara jelas saraf tulang belakang dengan bantuan kamera endoskopi saat tindakan operasi dilakukan.
  • Pasien dapat lebih cepat beraktivitas, 1 – 2 minggu pasca tindakan.
  • Efek dekompresi yaitu rasa sakit minimal yang dialami pasien karena dilakukan dalam lokal anastesi.
  • Tidak banyak otot cedera, dengan perdarahan minimal.
  • Angka keberhasilannya mencapai 93%.
  • Waktu tindakan relatif singkat, hanya ± 45 menit.

 

Prosedur Metode Endoskopi PECD




Endoskopi Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD)

Terapi PELD menggunakan bantuan endoscopi, yakni sebuah alat mini yang memiliki kamera yang tersambung dengan layar monitor. Adanya kamera dan layar ini menjadikan operator dalam hal ini dokter bedah saraf melihat saraf tulang belakang yang terjepit bantalan sendi.

Teknik operasi yang mampu melakukan dekompresi baik satu level maupun beberapa level sekaligus dalam satu entry point (central canal, lateral recesses, dan foramen), tindakan ini untuk mengatasi nyeri pada bagian lumbar atau tulang belakang bagian bawah.

Keunggulan Metode Endoskopi PELD

 

Endoskopi Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy (PSLD)

Teknologi PSLD memungkinkan pasien untuk tuntas dari nyeri tanpa operasi dan tanpa rawat inap. Di Indonesia sudah dapat dilakukan teknologi ini, salah satunya di Lamina Pain and Spine Center, Jakarta.

Sebelumnya, tim pakar bedah saraf di Lamina akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis serta pemeriksaan radiologis seperti rontgen atau MRI, guna menegakkan diagnosis, menentukan penyebabnya, lokasi penyebab nyeri dan menyusun perencanaan pengobatannya.

 

Keunggulan Metode Endoskopi PSLD

  • Teknik operasi yang mampu melakukan dekompresi baik satu level maupun beberapa level sekaligus dalam satu entry point (central canal, lateral recesses, dan foramen), tindakan ini untuk mengatasi nyeri pada bagian lumbar atau tulang belakang bagian bawah.
  • Tindakan tanpa sayatan dan minimal komplikasi.
  • Lebih aman karena dokter dapat melihat secara jelas saraf tulang belakang dengan bantuan kamera endoskopi saat tindakan operasi dilakukan.
  • Proses pemulihan pasca tindakan lebih cepat, dibandingkan operasi konvensional.
  • Pasien dapat lebih cepat beraktivitas, 1 – 2 minggu pasca tindakan.
  • Efek dekompresi yaitu rasa sakit yang dialami pasien bisa lansung ditanyakan saat operasi karena dilakukan dengan anestesi lokal.
  • Perdarahan yang minimal.
  • Kerusakan jaringan yang sangat minimal.
  • Angka keberhasilannya mencapai 93%.
  • Waktu tindakan relatif singkat, hanya 45 menit.

 

Prosedur Endoskopi PSLD

Laser Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD)

Laser PLDD adalah salah satu tindakan minimal invasive untuk kasus-kasus saraf terjepit tertentu dengan menyuntikkan jarum yang diarahkan pada bantalan tulang yang menonjol, kemudian melalui kabel fiber optic akan dialirkan laser. Panas yang dihasilkan laser akan menyusutkan bantalan tulang sehingga tonjolan tersebut dapat kembali ke bentuk normal dan sarat pun terbebas dari jepitan.

Teknik ini dilakukan dipandu dengan teknologi C-arm terbaru yang dikenal aman dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Keunggulan Metode Laser PLDD

  • Pasien dalam keadaan sadar dan tidak perlu puasa.
  • Dilakukan penyuntikan pada bantalan yang menonjol dengan bantuan alat C-Arm.
  • Masa perawatan yang singkat biasanya antara 8 s/d 12 jam.
  • Perdarahan yang sangat minimal.
  • Masa pemulihan yang cepat.

 

Prosedur Metode Laser PLDD




 
Metode Khypoplasty
Kyphoplasty yang juga dikenal dengan istilah augmentasi vertebral, adalah prosedur bedah yang digunakan untuk mengobati fraktur kompresi tulang belakang, yaitu runtuhnya tulang belakang baik penuh maupun parsial. Prosedur ini juga dikenal dengan balloon kyphoplasty, yang menggambarkan pendekatan yang digunakan untuk melakukannya.
Keunggulan Metode Khypoplasty
  • Termasuk ke dalam tindakan minimal invasive sehingga tidak perlu operasi terbuka
  • Dapat dilakukan hanya dengan bius lokal
  • Memperkuat kembali tulang yang telah keropos
  • Memperbaiki struktur tulang belakang yang bungkuk dan rapuh
  • Mengurangi nyeri akibat fraktur atau patah pada tulang
  • Proses tindakan cepat
  • Setelah tindakan, pasien dapat langsung beraktivitas
  Prosedur Khypoplasty
Metode Platelet Rich Plasma (PRP) Injeksi untuk mengatasi nyeri lutut yang dapat menggunakan berbagai modalitas obat, mulai dari, asam hialuronik, hingga pemberian sel darah merah kaya plasma atau disebut juga PRP. Terapi ini efektif atasi nyeri lutut hingga 75% dengan efek samping minimal. Masing-masing terapi injeksi pada lutut memiliki efektivitas berbeda dan didasarkan juga pada kondisi pasien. Keunggulan Metode PRP untuk Meredakan Nyeri:
  • Nyeri pada berbagai area, misalnya bahu
  • Cedera pada lutut, bahu, siku dan lainnya
  • Peradangan atau pengapuran sendi (osteoartritis/OA)
  • Kondisi kronis
  • Terkilir atau keseleo
Prosedur PRP

Metode Radiofrequency

Salah satu terapi intervensi yang sudah banyak digunakan secara luas adalah radiofrekuensi ablasi. Prinsip kerja terapi ini adalah mengalirkan aliran listrik yang diproduksi gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf tertentu sehingga tidak bisa lagi mengirimkan sinyal nyeri.

Kategori nyeri yang bisa diterapi dengan RFA terutama adalah nyeri kronik atau berlangsung lama.

Keunggulan Metode Radiofrequensy:

  • Efektif untuk membantu mengurangi nyeri pada punggung dan leher
  • Nyeri akibat peradangan pada sendi (artritis)
  • Mengurangi penggunaan obat oral
  • Membantu memperbaiki gerak bagian tubuh yang tadinya sulit digerakkan akibat nyeri
  • Dilakukan sekitar 30-60 menit
  • Tidak perlu rawat inap
  • Menghilangkan nyeri cukup lama dari medical & surgical, mental health, rehabitation, specialised support service.

 

Prosedur Radiofrequensy